Susun belajar mandiri kasus klinis dengan alur yang terstruktur dan sumber yang dapat ditelusuri.
Clarefs membantu mahasiswa kedokteran merumuskan masalah dan hipotesis dari skenario kasus, menyusun learning objective dan learning issue, kemudian meneliti tiap bagian dengan rujukan yang tercatat dan dapat diverifikasi.
Sesi tutorial
Demensia Vaskular
Epidemiologi
Sekitar 57 juta orang hidup dengan demensia pada 2021 Rujukan 13World Health Organization. Dementia: fact sheet. who.int (diakses September 2026).. Demensia vaskular menjadi penyebab tersering kedua setelah Alzheimer, sekitar 15-20% kasus demensia Rujukan 2O'Brien JT, Thomas A. Vascular dementia. Lancet. 2015;386(10004):1698-1706., dan lebih dari sepertiga pasien mengalami demensia setelah stroke berulang Rujukan 8Pendlebury ST, Rothwell PM. Prevalence, incidence, and factors associated with pre-stroke and post-stroke dementia: a systematic review and meta-analysis. Lancet Neurol. 2009;8(11):1006-1018.. Di Indonesia, studi di Yogyakarta (2016) melaporkan prevalensi demensia sekitar 20,1% pada lansia Rujukan 14SurveyMETER, Alzheimer's Indonesia. Studi demensia di Yogyakarta, 2016. surveymeter.org (diakses September 2026)..
Kaitan kasus: pasien punya riwayat stroke dan beban infark lakunar multipel, kelompok berisiko tinggi.
2/13 bagian
19 rujukan · Vancouver
Mencari jurnal, e-book, atau sumber lain yang relevan dengan skenario kasus memakan waktu.
Sumbernya harus dicari dan dinilai satu per satu sebelum bisa dipakai. Belum lagi soal dari mana mulai dan catatan yang bisa dipertanggungjawabkan saat diskusi.
Bingung mulai dari mana
Skenario panjang, tidak jelas masalah mana yang perlu dikejar lebih dulu.
Learning issue tanpa sumber yang jelas
Catatan sulit dipertahankan saat diskusi karena tidak ketahuan datang dari mana.
Menilai sumber satu per satu
Waktu habis untuk menyaring bacaan sebelum benar-benar mulai belajar.

01/Masalah
Menyaring sumber satu per satu
Meja belajar dengan artikel jurnal cetak, stabilo hijau, dan catatan tulisan tangan
Dari skenario menjadi dokumen belajar yang terstruktur.
Clarefs memproses skenario kasus menjadi materi pembelajaran yang sesuai, lengkap dengan sumber-sumbernya, langkah demi langkah.
Materi ini titik awal, bukan hasil akhir. Mahasiswa tetap perlu memeriksa apakah tiap bagian sudah sesuai dengan kasusnya sebelum dipakai.
- 01
Skenario
Satu skenario kasus klinis dibaca apa adanya, misalnya pikun pasca-stroke pada laki-laki 70 tahun.
- 02
Penjelasan istilah
Istilah medis yang muncul di skenario dijelaskan sesuai cara kurikulum menyebutnya, tanpa disederhanakan.
- 03
Identifikasi masalah
Masalah klinis dirumuskan satu per satu dari skenario sebagai pijakan diskusi.
- 04
Curah gagasan
Hipotesis diajukan dengan kutipan dari skenario, lalu dihubungkan menjadi peta konsep.
- 05
Learning objective
Learning objective disusun mengikuti diagnosis kerja yang terpilih.
- 06
Learning issue
Tiap learning issue diteliti dengan pencarian terarah dan rujukan yang dicatat sejak awal.
- 07
Referensi
Daftar pustaka disusun gaya Vancouver dan dapat ditelusuri sampai ke sumbernya.
Setiap klaim ditautkan ke sumbernya.
Bagian yang belum didukung sumber ditandai sebagai belum terverifikasi, bukan disamarkan sebagai fakta. Begini klaim ditandai di dalam dokumen:
Demensia vaskular adalah ujung berat dari satu spektrum yang disebut gangguan kognitif vaskular Rujukan 3Skrobot OA, Black SE, Chen C, et al. Progress toward standardized diagnosis of vascular cognitive impairment: guidelines from the Vascular Impairment of Cognition Classification Consensus Study. Alzheimers Dement. 2018;14(3):280-292..
Kutipan skenario dan nomor rujukan ikut tersimpan bersama klaimnya.
Target HbA1c pada lansia dengan gangguan kognitif dibuat individual dan lebih longgar, dengan prioritas utama menghindari hipoglikemia.
Klaim ini benar menurut buku ajar tetapi belum menemukan rujukan. Kalimatnya tetap dipakai dengan label, tidak dihapus.
Laku cepat membaik rata-rata 0,18 m/detik.
Laku cepat membaik.
Angka dibuang karena tidak menemukan rujukan; kalimatnya ditulis ulang tanpa angka. Contoh mekanisme, bukan isi dokumen.
- Bagian per dokumen learning objective
- 13
- Rujukan Vancouver pada dokumen contoh
- 19
- Tahap dari skenario sampai daftar pustaka
- 7

02/Sumber
Catatan dan rujukan yang rapi
Tangan menulis catatan belajar di buku catatan, disertai lembar cetak gambar anatomi
Sumber yang dipakai bisa ditelusuri.
Rujukan diambil dari indeks literatur dan pedoman resmi, lalu dicatat dengan format Vancouver di dokumen.
Indeks dan teks penuh
PubMed
Indeks literatur biomedis dari National Library of Medicine.
Europe PMC
Teks penuh artikel akses terbuka.
NCBI Bookshelf
Buku ajar dan panduan yang dapat dibaca daring.
Pedoman dan rujukan nasional
Kemenkes
Dokumen resmi kesehatan Indonesia.
PERDOSNI
Panduan praktik klinis neurologi Indonesia.
WHO
Fakta dan panduan kesehatan global.
Rak sumber ditambah bertahap. Bagian yang belum terjangkau sumber dinyatakan apa adanya di dokumen.
Tahap Early Access, akses lewat undangan.
Clarefs dibuka bertahap untuk pengguna yang disetujui. Paket bulanan memberi kredit yang dipakai untuk tiap aksi di dalam aplikasi.
Saat ini akses terbatas untuk pengguna Early Access yang telah disetujui, dan pengajuan belum menjamin akses.
Paket kredit
Paket Basic
Rp 219.000Rp 189.000per bulan
Harga Early Access · 10 kredit tiap bulan
- Dipakai per aksi
- Membuat sesi, menyusun learning objective, meneliti tiap learning issue.
- Harga tampil sebelum aksi
- Kredit yang akan dipotong selalu ditampilkan sebelum aksi dijalankan.
- Gagal, kredit kembali
- Aksi yang berakhir gagal mengembalikan kreditnya secara otomatis.
- Tanpa hasil, tanpa potongan
- Sesi atau unit yang dihapus sebelum selesai tidak memotong kredit.
Harga normal Rp 219.000 per bulan setelah tahap Early Access. Harga tiap aksi diumumkan saat rilis.