Langsung ke konten

Susun belajar mandiri kasus klinis dengan alur yang terstruktur dan sumber yang dapat ditelusuri.

Clarefs membantu mahasiswa kedokteran merumuskan masalah dan hipotesis dari skenario kasus, menyusun learning objective dan learning issue, kemudian meneliti tiap bagian dengan rujukan yang tercatat dan dapat diverifikasi.

Sesi tutorial

Demensia Vaskular

Epidemiologi

Sekitar 57 juta orang hidup dengan demensia pada 2021 . Demensia vaskular menjadi penyebab tersering kedua setelah Alzheimer, sekitar 15-20% kasus demensia , dan lebih dari sepertiga pasien mengalami demensia setelah stroke berulang . Di Indonesia, studi di Yogyakarta (2016) melaporkan prevalensi demensia sekitar 20,1% pada lansia .

Kaitan kasus: pasien punya riwayat stroke dan beban infark lakunar multipel, kelompok berisiko tinggi.

didukung sumberklaim dengan rujukan tervalidasi
Belum terverifikasiklaim yang belum menemukan sumber

2/13 bagian

19 rujukan · Vancouver

Mencari jurnal, e-book, atau sumber lain yang relevan dengan skenario kasus memakan waktu.

Sumbernya harus dicari dan dinilai satu per satu sebelum bisa dipakai. Belum lagi soal dari mana mulai dan catatan yang bisa dipertanggungjawabkan saat diskusi.

Bingung mulai dari mana

Skenario panjang, tidak jelas masalah mana yang perlu dikejar lebih dulu.

Learning issue tanpa sumber yang jelas

Catatan sulit dipertahankan saat diskusi karena tidak ketahuan datang dari mana.

Menilai sumber satu per satu

Waktu habis untuk menyaring bacaan sebelum benar-benar mulai belajar.

Meja belajar dengan artikel jurnal cetak, stabilo hijau, dan catatan tulisan tangan

01/Masalah

Menyaring sumber satu per satu

Meja belajar dengan artikel jurnal cetak, stabilo hijau, dan catatan tulisan tangan

Dari skenario menjadi dokumen belajar yang terstruktur.

Clarefs memproses skenario kasus menjadi materi pembelajaran yang sesuai, lengkap dengan sumber-sumbernya, langkah demi langkah.

Materi ini titik awal, bukan hasil akhir. Mahasiswa tetap perlu memeriksa apakah tiap bagian sudah sesuai dengan kasusnya sebelum dipakai.

  1. 01

    Skenario

    Satu skenario kasus klinis dibaca apa adanya, misalnya pikun pasca-stroke pada laki-laki 70 tahun.

  2. 02

    Penjelasan istilah

    Istilah medis yang muncul di skenario dijelaskan sesuai cara kurikulum menyebutnya, tanpa disederhanakan.

  3. 03

    Identifikasi masalah

    Masalah klinis dirumuskan satu per satu dari skenario sebagai pijakan diskusi.

  4. 04

    Curah gagasan

    Hipotesis diajukan dengan kutipan dari skenario, lalu dihubungkan menjadi peta konsep.

  5. 05

    Learning objective

    Learning objective disusun mengikuti diagnosis kerja yang terpilih.

  6. 06

    Learning issue

    Tiap learning issue diteliti dengan pencarian terarah dan rujukan yang dicatat sejak awal.

  7. 07

    Referensi

    Daftar pustaka disusun gaya Vancouver dan dapat ditelusuri sampai ke sumbernya.

Setiap klaim ditautkan ke sumbernya.

Bagian yang belum didukung sumber ditandai sebagai belum terverifikasi, bukan disamarkan sebagai fakta. Begini klaim ditandai di dalam dokumen:

Didukung sumber

Demensia vaskular adalah ujung berat dari satu spektrum yang disebut gangguan kognitif vaskular .

Kutipan skenario dan nomor rujukan ikut tersimpan bersama klaimnya.

Belum terverifikasi

Target HbA1c pada lansia dengan gangguan kognitif dibuat individual dan lebih longgar, dengan prioritas utama menghindari hipoglikemia.

Klaim ini benar menurut buku ajar tetapi belum menemukan rujukan. Kalimatnya tetap dipakai dengan label, tidak dihapus.

Angka ditulis ulang

Laku cepat membaik rata-rata 0,18 m/detik.

Laku cepat membaik.

Angka dibuang karena tidak menemukan rujukan; kalimatnya ditulis ulang tanpa angka. Contoh mekanisme, bukan isi dokumen.

Bagian per dokumen learning objective
13
Rujukan Vancouver pada dokumen contoh
19
Tahap dari skenario sampai daftar pustaka
7
Tangan menulis catatan belajar di buku catatan, disertai lembar cetak gambar anatomi

02/Sumber

Catatan dan rujukan yang rapi

Tangan menulis catatan belajar di buku catatan, disertai lembar cetak gambar anatomi

Sumber yang dipakai bisa ditelusuri.

Rujukan diambil dari indeks literatur dan pedoman resmi, lalu dicatat dengan format Vancouver di dokumen.

Indeks dan teks penuh

  • PubMed

    Indeks literatur biomedis dari National Library of Medicine.

  • Europe PMC

    Teks penuh artikel akses terbuka.

  • NCBI Bookshelf

    Buku ajar dan panduan yang dapat dibaca daring.

Pedoman dan rujukan nasional

  • Kemenkes

    Dokumen resmi kesehatan Indonesia.

  • PERDOSNI

    Panduan praktik klinis neurologi Indonesia.

  • WHO

    Fakta dan panduan kesehatan global.

Rak sumber ditambah bertahap. Bagian yang belum terjangkau sumber dinyatakan apa adanya di dokumen.

Tahap Early Access, akses lewat undangan.

Clarefs dibuka bertahap untuk pengguna yang disetujui. Paket bulanan memberi kredit yang dipakai untuk tiap aksi di dalam aplikasi.

Saat ini akses terbatas untuk pengguna Early Access yang telah disetujui, dan pengajuan belum menjamin akses.

Paket kredit

Paket Basic

Rp 219.000Rp 189.000per bulan

Harga Early Access · 10 kredit tiap bulan

Dipakai per aksi
Membuat sesi, menyusun learning objective, meneliti tiap learning issue.
Harga tampil sebelum aksi
Kredit yang akan dipotong selalu ditampilkan sebelum aksi dijalankan.
Gagal, kredit kembali
Aksi yang berakhir gagal mengembalikan kreditnya secara otomatis.
Tanpa hasil, tanpa potongan
Sesi atau unit yang dihapus sebelum selesai tidak memotong kredit.
Minta akses

Harga normal Rp 219.000 per bulan setelah tahap Early Access. Harga tiap aksi diumumkan saat rilis.